11/02/2024

Belum

Belum..

Belum waktunya kita mengistirahatkan pundak.

Belum waktunya kita melepaskan penat.

Karena ada sekepal bara yang harus digenggam erat.

Ada sederet generasi yang harus dinyalakan sangat.

 

Aku tahu,

pastilah terasa jeri.

Harus terseok tertatih-tatih,

banjir keringat mendulang letih.

 

Lelah.. bangkit lagi!

Jatuh.. melangkah lagi!

Terus bergerak,

Melulu bergerak..

meski raga terasa sudah terkoyak.

 

Untuk apa?

Balasannya tiada sepadan, bukan?

 

Apalagi jika diperbandingkan dengan dunia yang melenakan.

Sungguh.. tak akan sepadan!

 

Namun,

bagaimana bila ikhtiar kita,

upaya dan jerih payah kita,

hanya demi Robb semesta alam?

 

Hanya demi bisa merebut cinta,

dari Dzat Yang luas cintaNya tiada terbilang.

 

Dan hanya demi sebuah pembuktikan,

bahwa kita ingin..

Kita teramat ingin,

curahan ridho berikut Rohman-RohimNya?

 

Jika benar demikian,

maka sungguh..

Jalan ini kan tetap kita tempuh,

walau jiwa tak lagi utuh.

 

 

Ramadhan.. lagi.

Ayah/Bunda..
Untuk kali yang kesekian, 
Ramadhan lagi-lagi bertandang. 
Seolah tahu betul, 
bahwa setahun ini kita telah banyak sekali melakukan kesalahan. 
 
Dari dosa ringan yang melulu dilakukan, 
hingga dosa besar yang menghantui perasaan.
 
Ramadhan ini datang sebagai anugerah, 
untuk memberangus setiap lupa dan salah. 
Untuk menjadi cahaya bagi jiwa-jiwa yang sudah lelah.
 
Yang terlalu sibuk.. 
bahkan teramat sibuk berlari mengejar-ngejar dunia, 
hingga kerap terlupa pada berkurangnya jatah usia.
 
Padahal, tatkala ajal sudah didepan mata, 
maka harta yang berlimpah kita sedikitpun tak akan berguna.
 
Relasi yang tinggi, 
kolega yang berkuasa, 
secuil pun tiada mampu menghalangi Izrail mencabut nyawa.
 
Maka beruntunglah insan-insan yang masih diperkenankan menikmati Ramadhan. 
Yang mendapat berkah sahur serta gembira saat berbuka,
 
yang di setiap rakaat tarawihnya bak berada di taman surga,
juga yang mendulang pahala berlipat-lipat ganda, 
dalam interaksi ayat suci di tadarus bersama.
 
Ayah/Bunda, 
mari berupaya memaksimalkan diri dan keluarga, 
serta mengisi Ramadhan tahun ini agar menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.
 
Aaamiin, Allahuma Aamiin.

28/12/2023

Mahkota Cahaya

Aku tahu.

Bunda telah melahirkanku berdarah-darah.

Ayah sudah menafkahiku berlelah-lelah.

Ayah-Bunda memberiku bahagia sebagai hadiah.

Mengurusiku,

Menjagaku,

Membimbingku dari keliru dan salah.

Maka Ayah.. Bunda, dengan apa aku bisa membalasnya?

 

Aku tahu.

Bunda sudah mengasihiku sepenuh hati.

Ayah telah menyayangiku segenap arti.

Ayah-Bunda menganugerahiku cinta tiada terperi.

Mendo’akanku,

Membesarkanku,

Menghiburku kala sedih dan susah.

Maka Ayah.. Bunda, dengan apa aku bisa membalasnya? 

 

Disini,

Di Istana para penghafal Qur’an ini.

Disetiap huruf yang kami eja dengan terbata,

Disetiap ayat yang kami hujam kedalam kepala.

Disetiap lembar..

Disetiap surah..

Di deretan kalimat suci, yang kami hafalkan lagi dan lagi..


Ada secuil harap kami yang tulus,

Ada setampuk do’a kami yang lurus.

Ada sebenar-benar azam yang pantang tergerus. 

Membalas kasih sayang Ayah Bunda yang tak terkira

Dengan hadiah sepasang mahkota cahaya.

 

Ya, mahkota yang cahayanya benderang seterang sang surya.

Serta jubah yang lebih baik, meski dibandingkan alam semesta.

Bagaimana?

Ayah Bunda mau, kan?

 

#IstanaQuranAnakSholeh