22/01/2023

Kalajengking


 

Jagoan Andalan

"Abi, boleh aku bantuin?" tanya zahdan, tiba-tiba.
 
Aku menoleh, lalu langsung mengangguk mengiyakan.
 
"Tentu saja boleh, sangat boleh bahkan" jawabku, senang.
 
Karena dengan tenaga yang hanya tinggal sisa, dan dengan telah terkurasnya pikiran dalam kepala, tentu bantuan siapapun akan aku terima. 
 
Dan zahdan, untuk yang kesekian puluh kalinya, menjadi orang yang melulu datang menawarkan bantuan. Membantu apapun yang dia bisa. 
 
Dari sekedar membersihkan rak sampai membereskan buku bacaan.
 
Dari memberi makan ikan, sampai membuatkan adiknya semangkuk mie instan.
 
Pun sekarang, dari hanya membukakan bungkus plastik, hingga menyusun rapi berlembar-lembar kertas untuk buku mutaba'ah. 
 
Zahdan hampir selalu berperan di setiap pekerjaan.
 
Terima kasih, nak! Kau memang sungguh jagoan andalan.
 

 

Karantina Tahfidz

Masih berjuang.

Menaklukan kecemasan,

melalaikan keengganan, 

menanamkan ayat-ayat Al Quran, 

lekat ke pikiran yang dalam.

 

Terus tuturkan, Nak. terus hujamkan, 

langitkan lagi ke angkasa yang paling tinggi.

Biar para malaikat mengamini, 

hingga erat terpatri di kotak memori, dan terikat kuat di dasar hati.

 

Terus pendarkan, nak. Terus pijarkan, 

berulang kali hingga menjadi sinar yang benderang.

Biar mereka menjadi sebaik-baik pengingat, 

senantiasa menguatkan pijak,  

dan Insya Allah tinggi mengangkat derajat.